Trauma yang dialami Mertia Weikeens membuatnya tumbuh menjadi gadis yang tidak berani membuka matanya di hadapan pria manapun, termasuk ayahnya sendiri. Akibatnya, dia dibenci oleh keluarganya sendiri dan berakhir dikirim untuk menjadi istri dari Arthur, Penguasa Wilayah Utara demi keselamatan kerajaan. Awalnya, Mertia mengira Arthur akan seburuk julukan "Mimpi Buruk Abu-Abu Kebiruan" yang melekat padanya, tetapi ternyata Arthur memperlakukannya dengan lembut. Bahkan Arthur tidak mempermasalahkan Mertia yang tidak bisa melihat wajahnya. Sebenarnya apa alasan Arthur meminta Mertia sebagai istrinya?