Fianmeta hanya hidup sebagai “istri pajangan” dalam pernikahan politiknya.
Namun, di saat kematiannya, suaminya yang selalu dingin justru menangis sambil memanggil namanya.
Setelah kembali ke masa sebelum pernikahan, Fianmeta pun bertekad.
Jika perasaan itu memang nyata, kali ini ia akan memanfaatkannya untuk bertahan hidup!