Laba-laba janda darah dan besi, pemburu laki-laki sampai aib wanita bangsawan. Semua julukan hina itu bisa kuterima asal aku mampu menjaga keluarga Neuschwanstein dan anak-anakku. Tapi kenapa anak-anak tiriku ini tetap membenciku?! Apa mungkin aku ditakdirkan untuk pergi mengembara sendirian?
Di saat aku sudah memantapkan hati untuk pergi dan menjalani hidupku sendiri, tiba-tiba aku kembali ke momen kematian suamiku dan harus menjalankan peran sebagai ibu tiri tunggal sekali lagi. Apakah ini kesempatan untukku memperbaiki hubunganku dengan anak-anak tiriku? Atau aku lagi-lagi akan jadi korban “keusilan” mereka?