ajat yang cuek dan Mugi yang ceria awalnya cuma teman biasa. Semua berubah saat Ajat meminjamkan pulpen ke Mugi, lalu mereka mulai sering ngobrol dan jadi dekat.
Suatu hari saat hujan, Ajat menemani Mugi pulang dengan satu payung. Dari situ, mereka sadar mulai saling nyaman.
Akhirnya Ajat mengungkapkan perasaannya, dan ternyata Mugi juga merasakan hal yang sama. Mereka pun saling jatuh cinta lewat hal-hal sederhana