Mereka dijodohkan oleh dunia, dipisahkan oleh takdir. Saat cinta tumbuh, kebenaran menghancurkannya: mereka ditakdirkan saling membunuh. Setiap pertemuan adalah luka, setiap perpisahan adalah hukuman. Mereka berjuang melawan nasib, namun dunia terus merenggut harapan—keluarga gugur, janji hancur, air mata tak pernah kering. Pada akhirnya, yang tersisa hanyalah cinta yang hidup dalam penderitaan tanpa ujung, dan kebahagiaan yang tak pernah sempat terwujud.