Lyra percaya dirinya tidak butuh siapa pun.
Buku adalah pelarian, mimpi adalah bahan bakar, dan diam adalah perisai.
Sejak kecil, kepercayaan itu hancur saat suara ayahnya lebih tajam daripada pisau.
Di sekolah, Lyra bersembunyi di balik prestasi dan ambisi.
Namun dua sosok mulai melihat retakan dalam dirinya
Elio, jiwa bebas yang mampu menembus dinding yang ia bangun.
dan Adrean, siswa teladan yang selalu hadir dengan ketulusan,
Untuk pertama kalinya, dunia yang Lyra jaga rapat mulai terguncan