Putri Maharani, dituduh secara sepihak telah melakukan perundungan, dan dikeluarkan dari sekolah. Ia pun merasa dibuang oleh orangtuanya untuk diasuh oleh Iyang Uti, neneknya.
Pertemuan dengan orang-orang baru dan lingkungan yang berbeda, secara perlahan membuka pemahamannya. Ia menemukan sudut pandang berbeda tentang hidup, persahabatan, dan cinta.