Lucian bisa melihat benang emosi orang lain, tapi tak pernah menemukan miliknya sendiri. Suatu hari, ia bertemu Kiran, gadis penuh luka dengan benang kusut yang perlahan menggugah sesuatu dalam dirinya. Tak ada awal yang manis, tapi dalam diam, keduanya mulai belajar memahami rasa, menerima luka, dan mungkin... menemukan jalan pulang.