“Jadilah diriku… Hiduplah demi bagianku juga.”
Itulah kalimat terakhir sahabatku di panti asuhan yang ternyata adalah satu-satunya putri Duke di negara ini. Demi mewujudkan wasiatnya, aku pun pergi menemui Duke Maynard berbekal barang peninggalan sahabatku untuk berpura-pura menjadi putri Duke.
Walau perasaanku penuh kegelisahan dan takut identitas asliku terungkap, aku tak masalah asal bisa memberikan apa yang sahabatku inginkan. Yang terpenting saat ini, 'putri Duke' telah kembali.