Lilliana Fence hanya mengetahui hidup nyaman selama hidupnya. Dihormati orang-orang dan dilayani para dayang adalah kehidupannya sehari-hari. Walaupun begitu, Lilliana tidak sombong dan murah hati. Pada suatu hari, hal pertama yang dijumpai Lilliana adalah ayahnya yang sudah meninggal. Ternyata bisnis ayahnya bangkrut dan mereka terlilit utang besar! Lilliana pun harus merasakan rasanya dikhianati oleh orang-orang di sekitarnya. Semua hartanya habis tidak tersisa. Kini, yang tersisa hanyalah keinginan Lilliana untuk bangun dari keterpurukan ini.