Tujuh hari menjelang pernikahan, Aida mendapatkan kenyataan mengagetkan bahwa fotografer yang akan melakukan sesi foto ternyata adalah mantan kekasihnya, Senja, yang ia pikir telah tiada bertahun-tahun lalu. Perpisahan yang dahulu terjadi itu pun sebetulnya terlebih karena keadaan memaksa dan tak sanggup diprediksi.
Ketika calon suami yang akan dinikahi begitu obsesif, plus kehadiran seorang gadis lain di samping Senja, mengapa Aida masih saja gamang untuk melanjutkan pernikahannya?