Barani mengelilingi Tongkonan, ia heran mengapa banyak sampah yang berserakan. Barani lalu memungut sampah itu satu per satu bersama Marannu, teman barunya. Mereka lalu membuat kerajinan tangan dari sampah tersebut Orang-orang kemudian datang melihat apa yang Barani, Marannu, dan Ayah Barani lakukan. Mereka juga ingin ikut mendaur ulang sampah. Pada akhirnya, Barani begitu gembira. Sampah-sampah yang tadinya berserakan dibuatnya menjadi barang yang berguna.