Evan, yang mempunyai ingatan masa pendek atau 'short-temped memory' memulai kehidupan barunya di Jakarta. Suatu hari, ia mendapatkan sepucuk surat yang membuatnya ragu dengan masa lalunya sendiri. Apa selama ini ia hidup dalam kebohongan? Apa tujuan sang pengirim yang memberikan Evan surat itu?